Pada suatu hari, gue mendapat kejutan notifikasi facebook
yang menjadi awal terciptanya catatan ini. “Gielang Anjasmara tagged a photo of
you.” Itulah bunyi notifikasinya. Hmm, gue penasaran dong foto apa yang
kira-kira bakal disaksikan oleh kedua bola mata gue yang indah seperti bola
pingpong (ga usah protes ya!). Sempat berharap semoga foto yang akan gue lihat
adalah foto yang bisa menyenangkan mata, seperti layaknya foto Richard Kevin
yang lagi jemur pakaian atau foto Tom Cruise lagi mencangkul di sawah. Dengan
penuh semangat gue klik notifikasi yang tertera di layar, lalu menunggu
facebook menampilkan halaman yang dimaksud. Wah, bertahun lamanya gue menunggu
facebook berpindah halaman. Mengapa lama sekali ya? Gue rasa ini adalah pertanda
buruk. Hah, semoga saja tidak. Tapi pemirsa, manusia memang hanya bisa berharap
dan berencana, pada akhirnya semua hanya Tuhan yang menentukan. Dan satu hal
lagi, kenyataan memang tidak selalu sejalan dengan harapan. Kali ini, Tuhan
membuktikannya (ngelanturnya sudah kemana-mana nih!).
Harapan gue menyaksikan foto menakjubkan lenyap sudah,
setelah halaman facebook yang gue tunggu menampilkan sesosok tubuh dalam sebuah
foto dengan latar belakang pemandangan yang amat luar biasa. Tolong garis
bawahi bahwa yang luar biasa adalah pemandangannya, BUKAN sosok tubuhnya.
Gilang alias Bolang alias Gebeg alias Stoner jadian-jadian lah yang ternyata
terpampang di sana. Dengan gaya sok cool yang menandakan bahwa dia adalah model
amatiran, dia mencoba membius kami yang diundang untuk melihat foto tersebut.
Sorry my best bud, bukannya terpesona oleh ke-sok cool-an mu, kami malah
terpancing untuk mencaci makimu di lahan khusus untuk memberi komentar.
Jadilah, berbagai komentar tak sedap mengiringi kembalinya Bolang di facebook.
Komentar indah pertama datang dari Agung, yang juga sering
menjadi korban catatan gue. Parah nih, dia bilang itu adalah penampakan siluman
empal gentong di siang hari! Memangnya dia udah pernah lihat wujud siluman
empal gentong? (Setau gue empal itu nama makanan yang terbuat dari daging sapi
deh). Selanjutnya, gue yang turun tangan menyoroti hal paling mengganggu di
foto tersebut. Oh my God, Bolang yang selama ini selalu membangga-banggakan
perut six pack-nya harus menelan ludah sendiri tatkala di foto tersebut dia
tertangkap basah berpose dengan perut one pack nya! Tuh kan, dari dulu dia
memang tidak pernah mau mengakui bahwa perut six pack yang sering dia bilang
itu hanya ada dalam mimpi. Kata Agung sih, six packnya dia itu ke depan. Agung
malah menyarankan agar Bolang-lah yang mengambil foto itu ketimbang dia yang
menjadi objek fotonya dalam rangka membuat foto tersebut tampak lebih bagus.
Jiah, kasihan dong Bolang. Padahal dia sudah bersusah payah membuat foto itu
tampak bagus dengan cara menutupi dahinya dengan PONI! Dahi bioluminiscence
memang luar biasa ya.
Sepertinya karena merasa tersudutkan oleh komentar-komentar
miring (berasa artis dah kayanya Bolang ini), esoknya dia lantas kembali
meng-upload foto. Ternyata foto yang dia upload itu adalah edisi revisi dari
foto sehari sebelumnya.
Lihat kan, foto yang serupa tapi tak sama! Di foto kedua
ini Bolang terlihat lebih langsing. Dalam pose yang hampir sama, dia berusaha
menahan nafasnya sambil menarik bagian lain T-Shirt dengan tangan kirinya.
Usahanya ini patut diacungi jempol lho, karena menurut informasi Bolang sengaja
kembali ke tempat pemotretan tak lama setelah dia menyadari bahwa hasilnya
tidak sesempurna yang dia bayangkan. Ampun dah, hal itu dia rela lakukan hanya
demi perut yang terlihat six pack! Malang sekali teman gue yang satu ini. Dia
banyak terobsesi. Obsesi menjadi racer Moto GP seperti Casey Stoner, obsesi
mempunyai perut six pack, obsesi terlihat tinggi sehingga memakai sepatu vas
bunga, dan masih banyak obsesi-obsesi lainnya. Semoga semua obsesinya menjadi
kenyataan ya. Aamiin.
Ciamis 2011
First published on facebook.
No comments:
Post a Comment